Di artikel ini, aku ingin berbagi tutorial memotret milky way dari pengalaman pribadiku — sederhana, dan bisa langsung kamu coba menggunakan kamera DSLR, Mirrorless, maupun Smartphone.
Pendahuluan: Kenapa Memotret Milky Way Itu Spesial?


Ada sesuatu yang magis saat kita melihat langit malam yang bertabur bintang. Tapi yang paling memukau tentu saja — Milky Way, galaksi tempat kita tinggal. Melihatnya saja sudah membuat hati takjub, apalagi bisa memotretnya dan menyimpannya dalam bentuk gambar?
Dulu aku kira, memotret Milky Way hanya bisa dilakukan oleh fotografer profesional dengan kamera mahal. Tapi setelah belajar pelan-pelan, ternyata siapa pun bisa melakukannya — asal tahu waktu, lokasi, dan pengaturan kamera yang tepat. Berikut adalah tutorial memotret milky way berdasarkan pengelaman pribadi.
1. Waktu Terbaik untuk Memotret Milky Way
Milky Way sebenarnya selalu ada di langit. Tapi, tidak selalu terlihat. Untuk bisa melihat dan memotretnya dengan jelas, perhatikan beberapa hal ini:
- Musim Terbaik: Di Indonesia, bulan Maret–Oktober adalah waktu yang ideal. Milky Way akan tampak jelas sekitar pukul 00.00 – 04.00 dini hari.
- Bulan Gelap: Hindari memotret saat bulan purnama karena cahaya bulan akan “menutupi” Milky Way. Pilih waktu sekitar 3–4 hari sebelum atau sesudah bulan baru (new moon).
- Cuaca Cerah: Jangan lupa cek prakiraan cuaca. Langit berawan = Milky Way hilang dari pandangan.
- Minim Polusi Cahaya: Pergilah ke tempat yang jauh dari lampu kota — seperti pegunungan, pantai, atau pedesaan.
🔭 Tip: Kamu bisa pakai gratis aplikasi seperti Stellarium, PhotoPills, atau Star Walk untuk bantu melihat posisi Milky Way di waktu tertentu. Dan untuk menemukan daerah dengan polusi cahaya yang minim, kamu dapat melihatnya di sini https://darksitefinder.com/map/.
2. Peralatan yang Kamu Butuhkan
Kamu nggak perlu kamera mahal untuk mulai. Tapi beberapa peralatan dasar ini akan sangat membantu:
- Kamera DSLR atau Mirrorless (yang bisa atur ISO, shutter speed, dan aperture manual)
- Lensa Wide (lebar), idealnya dengan aperture f/2.8 atau lebih terang
- Tripod Kuat, untuk menjaga kamera tetap stabil saat long exposure
- Remote Shutter / Timer, agar kamera tidak goyang saat memotret
- Aplikasi bantu posisi bintang, seperti Stellarium atau PhotoPills
Jika kamu hanya punya kamera smartphone, ada beberapa jenis HP flagship yang bisa digunakan juga, asalkan punya mode manual (Pro Mode) dan hasilnya tetap layak, walau tidak se-detail kamera profesional.
3. Pengaturan Kamera untuk Foto Milky Way
Berikut pengaturan dasar yang bisa kamu coba (dan modifikasi sesuai kondisi):
| Setting | Nilai yang Disarankan |
|---|---|
| Mode Kamera | Manual (M) |
| Fokus | Manual (infinity) |
| Aperture | f/2.8 atau maksimal bukaan lensa |
| Shutter Speed | 15–25 detik (tergantung lensa) |
| ISO | 1600–3200 |
| White Balance | 4000–4500K (atau auto) |
| Format Gambar | RAW (agar mudah diedit nanti) |
🔧 Rumus 500:
Untuk menghindari bintang jadi goyang atau garis, pakai rumus:
500 ÷ panjang fokus lensa = maksimal shutter speed
Misal: lensa 18mm → 500 ÷ 18 = 27 detik.
Jika kamu menggunakan smartphone, pastikan kamu punya:
- Mode Pro/Manual
- Tripod (wajib, karena butuh long exposure)
- Aplikasi tambahan jika bawaan tidak mendukung manual
Contoh pengaturan yang bisa dicoba:
- ISO: 1600–3200
- Shutter speed: 15–30 detik
- Fokus: Manual (atur ke ∞ atau geser hingga bintang tajam)
- White Balance: 4000K atau auto
- Format foto: RAW jika tersedia
⚠️ Beberapa smartphone memiliki keterbatasan di exposure lebih dari 10 detik. Kamu bisa mengakalinya dengan stacking beberapa foto menggunakan aplikasi edit.
4. Teknik Memotret di Lokasi
Setelah semua siap, begini langkah-langkahnya:
- Cari Komposisi yang Menarik
Jangan cuma foto langit doang. Tambahkan siluet pohon, gunung, batu, atau bahkan dirimu sendiri sebagai foreground. - Gunakan Manual Fokus ke Infinity
Putar fokus lensa ke tanda ∞ atau cari bintang paling terang lalu fokuskan secara manual. - Gunakan Timer / Remote Shutter
Supaya kamera tidak goyang saat tombol ditekan. - Ambil Beberapa Foto dengan Variasi ISO & Exposure
Kadang perlu beberapa percobaan sampai dapat hasil yang pas.
5. Edit Foto untuk Keluarkan Detail Milky Way
File RAW akan terlihat datar, jadi kamu perlu sedikit sentuhan edit. Software seperti Adobe Lightroom atau Snapseed (untuk HP) bisa digunakan.
Fokus pada:
- Meningkatkan kontras dan clarity
- Menyesuaikan white balance
- Mengurangi noise (terlalu banyak ISO bisa bikin bintik)
Jangan takut edit, tapi tetap jaga agar hasil akhir tetap natural.
6. Tips Tambahan dari Pengalaman Pribadi
- Datang lebih awal ke lokasi, siapkan alat sebelum langit gelap
- Bawa senter dengan mode merah (nggak ganggu adaptasi mata)
- Jangan sendirian di tempat terpencil, ajak teman atau beritahu orang rumah
- Jaga lingkungan dan sampah, jangan tinggalkan jejak
Penutup: Milky Way Itu Nggak Jauh
Aku masih ingat rasa takjub waktu hasil foto pertamaku muncul di layar. Walau nggak sempurna, tapi ada rasa puas luar biasa karena berhasil menangkap keajaiban langit.
Memotret Milky Way bukan cuma soal teknik, tapi juga soal menyatu dengan alam. Duduk di bawah langit malam, dalam diam… membuatku merasa kecil tapi juga damai.
Kalau kamu belum pernah coba, aku sarankan… cobalah sekali saja.
Kau akan jatuh cinta.
Koleksi Hasil Memotret Milky Way
Berikut adalah koleksi pribadi saya memotret milky way menggunakan smartphone







